DPRD Dogiyai Kesalkan Pernyataan Kapolda Papua 'Bermain Politik Praktis'

    DPRD Dogiyai Kesalkan Pernyataan Kapolda Papua 'Bermain Politik Praktis'
    Ketua Komisi A Agustinus Tebai Tengah, kiri Jhon NR Gobai Anggota DPR Papua, dan Simon Petrus Pekei kanan - Aleks Waine

    PAPUA - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Agustinus Tebai kesalkan pernyataan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri yang menyebutkan pihaknya bermain politik praktis soal aspirasi rakyat tentang penolakan pembangunan Mapolres di kabupaten Dogiyai.

    "Kenapa Kapolda Papua menyatakan kami (DPRD) bermain politik praktis, " tulis Agus bertanya di dinding akun Facebooknya, Kamis (19/5/2022).

    WARTADESA.CO.ID
    market.biz.id WARTADESA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Agus menegaskan menjadi catatan untuk Kapolda Papua bahwa pernyataannya tidak benar karena soal penolakan pembangunan Markas Polres di kabupaten Dogiyai adalah murni aspirasi dari masyarakat Dogiyai.

    "Itu murni datang dari aspirasi demo masyarakat berkali-kali. Bukan kami DPRD Dogiyai yang bermain politik praktis atau memprovokasi masyarakat untuk tolak, " tegasnya.

    GO.WEB.ID
    market.biz.id GO.WEB.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Jika pernyataan itu dikarenakan aspirasi masyarakat yang diantar ke Polda, tegas Agus, keliru. Menurut mantan wartawan Jubi ini, sebab DPRD sebagai lembaga wakil rakyat mempunyai wewenang untuk menyerap (mendengar), menghimpun dan menindaklanjuti tiap aspirasi disampaikan masyarakat yang menjadi keluhan.

    " Pak Kapolda, tugas DPRD kan jelas sebagai wakil rakyat sudah sepantasnya memiliki wewenang dengar, bahas dan tindaklanjuti aspirasi rakyat, " ujarnya.

    Agus menyatakan seluruh akar rumput masyarakat Dogiyai dari 18 organisasi yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua (SRP) sudah menegaskan menolak kehadiran Polres.

    "Aspirasi itu juga sudah sampai ditangan Kapolda. Kapolda tidak boleh paksakan Polres masuk di Dogiyai, apalagi tanpa melalui prosedur, " pintanya.

    SENATORINDONESIA.COM
    market.biz.id SENATORINDONESIA.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Kata Agus, Kapolda harus mengutamakan aspirasi masyarakat karena tidak ada satupun orang atau kelompok masyarakat di daerah kabupaten Dogiyai yang mendukung masuknya Polres.

    Agus memberi alasan sebab kabupaten Dogiyai merupakan daerah rawan konflik. Namun tanpa Polres pun selama ini aman. Tidak pernah terjadi konflik baik antara OAP sendiri, OAP dengan non OAP dan atau OAP dengan TNI-Polri.

    "Secara aturan juga untuk mendatangkan Polres di kabupaten, minimal harus ada empat Polsek. Sementara di Dogiyai hanya ada dua Polsek. Dan kabupaten di Indonesia juga tidak semua ada Polres, " tuturnya.

    Sebelumnya, Kapolda menegaskan tetap akan melanjutkan pembangunan Markas Polres di kabupaten Dogiyai walaupun ada sekelompok yang menolak.

    Menurutnya, pembangunan akan terus dilakukan karena wilayah itu sudah menjadi kabupaten sehingga kehadiran Polres beserta jajarannya dibutuhkan untuk melayani masyarakat.

    “Memang Wakil Bupati dan anggota DPRD Dogiyai pernah bertemu dan meminta agar di wilayah itu tidak dibangun Polres dan Kodim, ” aku Irjen Pol Fakhiri di Jayapura, sebagaimana dikutip Antara, Kamis 19 Mei 2022.

    Menurutnya pembangunan Polres yang akan didukung Polsek itu, konsekuensi terjadinya pemekaran dimana wilayah itu sudah menjadi kabupaten.

    MEDIATOR.CO.ID
    market.biz.id MEDIATOR.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Seharusnya mereka yang menjadi wakil rakyat mendukung, apalagi di dadanya tersemat ‘Burung Garuda” namun kenyataannya sebaliknya sehingga patut dipertanyakan, ” katanya.

    Selaku pimpinan Polda Papua, kata Fakhiri, pihaknya akan terus melakukan komunikasi ke masyarakat di Dogiyai sehingga mereka mengetahui pentingnya keberadaan Polres.

    Para pejabat di wilayah itu jangan bermain politik praktis karena keberadaan Polres itu untuk mendukung dan melengkapi wilayah itu yang sudah menjadi kabupaten, ” tegas Fakhiri

    DPRD Kabupaten Dogiyai Papua
    Aleks Waine

    Aleks Waine

    Artikel Sebelumnya

    Wabup Dogiyai Oskar Makai: Saya Diutus Oleh...

    Artikel Berikutnya

    DAP Dogiyai: Tidak Ada Tanah Kosong, Mau...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 56

    Postingan Tahun ini: 2541

    Registered: Jul 17, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 48

    Postingan Tahun ini: 1862

    Registered: May 25, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 19

    Postingan Tahun ini: 651

    Registered: Nov 15, 2021

    Ryawan Saiyed

    Ryawan Saiyed verified

    Postingan Bulan ini: 16

    Postingan Tahun ini: 738

    Registered: Nov 23, 2021

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Inisiasi Kerja Sama UB dengan Densus 88 untuk Cegah Radikalisme
    Danlanud Abdulrachman Saleh Hadiri Penyerahan Sertifikat Aset TNI AU dari Menteri ATR/BPN
    Ustazd Zainal Arifin Ajak Peduli Sesama yang Tertimpa Musibah
    Kolaborasi FISIP-TVRI Jawa Timur untuk Program Beranda Kampus 

    Rekomendasi

    Danlanud Abdulrachman Saleh Hadiri Penyerahan Sertifikat Aset TNI AU dari Menteri ATR/BPN
    Zainal Bintang: Teater Politik Indonesia, Drama Tirani Ambang Batas
    Doa Lintas Agama dari Polri untuk Indonesia yang Lebih Baik 
    Hoegeng Award, Kapolri Buka Ruang Kritik Untuk Terus Lakukan Perbaikan
    Kasal Tinjau Bakal Lokasi Mabes AL di IKN Nusantara

    Ikuti Kami